thefishingblitz.com – Pemerintah berencana menyediakan dua skema hunian sementara (huntara) untuk warga yang terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang. Langkah ini diambil agar kebutuhan dasar para korban bencana dapat terpenuhi dengan baik. Dua opsi yang ditawarkan adalah huntara terpusat dan huntara in-situ, di mana yang terakhir dibangun di lokasi rumah asli para korban.
Penyediaan hunian sementara ini merupakan salah satu fokus utama Presiden Prabowo Subianto dalam penanganan bencana. Penentuan jumlah huntara yang diperlukan didasarkan pada jumlah rumah yang rusak berat di setiap provinsi, serta akan mencakup hunian tetap dan dana tunggu hunian.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa pendekatan ini dirancang untuk memenuhi ragam kebutuhan masyarakat, terutama yang menyangkut aktivitas kerja dan pendidikan, serta keterikatan sosial dengan lingkungan asalnya. Menurut Abdul Muhari, cukup banyak warga yang memilih skema huntara dibangun di lokasi rumah lama mereka, dengan alasan kedekatan terhadap aktivitas sehari-hari.
Sebanyak 120 kepala keluarga telah mengungkapkan preferensi mereka untuk skema huntara in-situ. Keputusan ini diambil agar mereka dapat tetap dekat dengan tempat kerja, sekolah, dan kegiatan penting lainnya. Melalui langkah-langkah ini, pemerintah berharap dapat memberikan solusi yang tepat dan cepat bagi masyarakat yang terkena dampak bencana di Aceh Tamiang.