thefishingblitz.com – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengumumkan rencana penjualan segmen operasionalnya yang signifikan, yaitu bisnis teh dengan merek Sariwangi. Penandatanganan perjanjian pengalihan bisnis, yang dikenal sebagai Business Transfer Agreement (BTA), telah dilakukan dengan PT Savoria Kreasi Rasa, sebuah entitas yang terafiliasi dengan Grup Djarum, yang tidak memiliki hubungan afiliasi sebelumnya dengan Unilever.
Transaksi ini direncanakan akan selesai pada 2 Maret 2026 atau pada tanggal lain yang disepakati oleh kedua belah pihak. Sekretaris Perusahaan UNVR, Padwestiana Kristanti, menjelaskan bahwa dalam proses penyelesaian transaksi, akan ada sejumlah tindakan, termasuk penandatanganan berita acara serah terima yang melibatkan aset terkait.
Nilai transaksi ditetapkan sebesar Rp1,5 triliun di luar pajak yang berlaku, mencerminkan 45 persen dari total ekuitas perusahaan berdasarkan laporan keuangan hingga 30 September 2025. Meskipun terdapat pelepasan bisnis ini, Padwestiana menegaskan bahwa dampak pada kegiatan operasional tidak akan signifikan. Total aset bisnis Sariwangi hanya mencakup 2,5 persen dari total aset perusahaan, sementara laba bersih dan pendapatan usaha dari merek tersebut masing-masing hanya 3,1 persen dan 2,7 persen dari total perusahaan.
Transaksi tersebut tidak memerlukan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), mengikuti ketentuan yang diatur dalam Peraturan OJK mengenai transaksi material. Penjualan bisnis teh ini, menurut Padwestiana, akan membantu Unilever merealisasikan dan mengembalikan nilai investasinya kepada para pemegang saham dalam waktu dekat, serta fokus pada bisnis inti perusahaan agar dapat meningkatkan nilai jangka panjang.