thefishingblitz.com – Uni Eropa sedang mempersiapkan paket sanksi baru terhadap Rusia, menanggapi meningkatnya serangan drone dan rudal yang diluncurkan Moskow ke wilayah Ukraina, termasuk terhadap fasilitas delegasi Uni Eropa. Rancangan sanksi ini disampaikan oleh Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, yang menekankan sikap tegas terhadap Presiden Vladimir Putin yang dianggap mengabaikan seruan untuk berdialog.
Sanksi yang diusulkan tidak hanya akan menargetkan sektor perbankan tetapi juga mengatur pembatasan terhadap 118 kapal dari armada yang dikenal sebagai “shadow fleet”. Untuk pertama kalinya, paket ini juga akan menargetkan platform kripto yang sering digunakan Rusia untuk mencuci transaksi finansial secara global. Hal ini menjadi langkah penting dalam upaya Uni Eropa untuk mengekang aktivitas ekonomi Rusia yang dianggap berbahaya.
Jika seluruh negara anggota sepakat, ini akan menjadi paket sanksi ke-19 yang diterapkan sejak Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022. Diskusi intensif di tingkat duta besar sedang berlangsung, terutama setelah pelanggaran wilayah udara Polandia dan Rumania oleh Rusia dalam beberapa minggu terakhir.
Ursula von der Leyen menyatakan melalui pesan video bahwa Rusia dalam sebulan terakhir menunjukkan sikap meremehkan terhadap diplomasi dan hukum internasional. Dia menegaskan bahwa Uni Eropa akan terus menggunakan semua instrumen yang ada untuk menghentikan apa yang disebut sebagai perang brutal ini. Upaya sanksi ini mencerminkan komitmen Uni Eropa untuk menjaga stabilitas di kawasan dan mendukung Ukraina dalam menghadapi agresi militer.