thefishingblitz.com – Presiden Prabowo Subianto meminta CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani, untuk membantu menyesuaikan bursa Indonesia agar memenuhi standar internasional tertinggi demi menciptakan kepercayaan investasi. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Rosan setelah rapat dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada hari Rabu.
Rosan menjelaskan bahwa transparansi dalam penyesuaian standar bursa adalah kunci dalam menarik minat pemilik modal untuk berinvestasi, baik dalam pasar modal maupun investasi jangka panjang. Dalam diskusinya dengan Presiden, Rosan, bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, mengusulkan langkah-langkah terkait MSCI dan kondisi bursa Indonesia. Salah satu usulan tersebut adalah demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Rosan menyatakan bahwa tujuan dari langkah-langkah tersebut adalah tidak hanya untuk merespons MSCI tetapi juga untuk meningkatkan kualitas dan transparansi pasar Indonesia. Di sisi lain, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menekankan bahwa demutualisasi diperlukan untuk memperkuat kredibilitas dan daya saing pasar modal nasional di tengah meningkatnya volatilitas global.
Pandu juga menuturkan bahwa perubahan model bursa akan membawa dampak positif dalam konteks tata kelola dan akuntabilitas, serta membuka ruang penghimpunan dana melalui berbagai mekanisme. Ia berharap dukungan dari regulator dan parlemen akan mempercepat proses regulasi yang mendukung penguatan pasar pada paruh kedua tahun ini. Dengan langkah ini, diharapkan kepercayaan terhadap bursa Indonesia, baik dari dalam dan luar negeri, dapat meningkat secara signifikan.