thefishingblitz.com – Kinerja pasar modal Indonesia pada Agustus 2025 menunjukkan pencapaian positif yang didorong oleh fundamental ekonomi yang solid. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia mencapai titik tertinggi sejarah, yaitu 8.022,76 pada 28 Agustus 2025, dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp14.377 triliun. Tidak lama setelahnya, pada 29 Agustus, IHSG mencatatkan level 7.830,49, mengalami penguatan 4,63 persen secara bulanan dan 10,60 persen secara tahunan.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, dalam konferensi pers di Jakarta, menjelaskan bahwa kinerja pasar ini didorong oleh ekspektasi penguatan pasar keuangan global. Rata-rata nilai transaksi harian pasar saham juga menunjukkan peningkatan, mencapai Rp14,32 triliun, lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya dan tahun lalu.
Investor asing kembali menunjukkan minat, dengan arus masuk bersih mencapai Rp10,96 triliun di bulan Agustus, meski secara kumulatif masih mencatatkan arus keluar bersih sebesar Rp50,95 triliun tahun ini. Ini menjadi indikasi meningkatnya kepercayaan investor global terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Di pasar obligasi, indeks pasar obligasi ICBI menguat, sementara industri pengelolaan investasi melaporkan total aset sebesar Rp885,95 triliun. Penawaran umum di pasar modal juga meningkat, mencapai Rp167,92 triliun dengan 16 emiten baru yang melakukan penggalangan dana.
Di sisi lain, perkembangan Bursa Karbon mencatat 8 pengguna jasa baru, dengan total volume transaksi mencapai 1.604.822 tCO2e, serta akumulasi nilai sebesar Rp78,4 miliar. Peningkatan ini menunjukkan dinamika yang positif dalam berbagai sektor pasar modal Indonesia.