thefishingblitz.com – Perubahan hulu daerah aliran sungai (DAS) menjadi nonhutan di Sumatera diungkap oleh Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, di Jakarta, pada 4 Desember 2025. Dalam pertemuan tersebut, Menhut menyampaikan temuan mengenai dampak bencana banjir yang melanda tiga provinsi di Sumatera.
Di Provinsi Aceh, terdapat 70 titik banjir yang teridentifikasi, memasuki 31 DAS dengan total luas sekitar 3,05 juta hektar di 15 kabupaten/kota. Raja Juli menjelaskan bahwa perubahan tutupan hutan mencakup 12.159 hektar di kawasan hutan, sedangkan di luar kawasan hutan mencapai 9.317 hektar. Dari 31 DAS yang terdampak, terdapat 217.301 hektar atau sekitar 7,1% lahan kritis.
Sementara itu, di Provinsi Sumatera Utara, ditemukan 92 titik banjir dalam 13 DAS, dengan total luas mencapai 207.000 hektar yang terbagi di 11 kabupaten/kota. Melalui analisis satelit dari 2019 hingga 2024, diketahui adanya perubahan tutupan lahan sebesar 9.424 hektar dari hutan menjadi non-hutan, yang terdiri dari 3.427 hektar di kawasan hutan dan 5.997 hektar di luar kawasan hutan.
Raja Juli menekankan bahwa lahan kritis di Sumatera Utara mencapai 207.000 hektar atau 14,7% dari keseluruhan luasan 13 DAS yang terdampak. Temuan ini menunjukkan perlunya penanganan dan langkah mitigasi yang lebih efektif untuk mengurangi dampak bencana alam yang sering terjadi di wilayah tersebut.