thefishingblitz.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa kondisi darurat tidak seharusnya menghentikan proses belajar bagi anak-anak. Pernyataan ini disampaikan saat kunjungan kerjanya ke SMP Negeri 22 Takengon, Aceh Tengah, yang terpengaruh bencana pada November 2025.
Dalam kunjungan tersebut, Abdul Mu’ti meninju ruang kelas darurat yang digunakan oleh siswa untuk melanjutkan pembelajaran. Pemerintah berkomitmen memastikan layanan pendidikan tetap berjalan, aman, dan memberikan manfaat meskipun pada situasi pascabencana. Sekolah tersebut beradaptasi dengan memanfaatkan Papan Interaktif Digital untuk pengajaran, guna menjaga kualitas pendidikan di tengah keterbatasan fasilitas.
Menteri juga berkesempatan untuk memberikan pengajaran langsung di kelas. Di kelas IX, beliau mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris dan bersama siswa bernyanyi sambil memperkenalkan anatomi tubuh dalam bahasa Inggris. Sementara itu, di kelas VII dan VIII, Abdul Mu’ti terlibat dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) menggunakan papan interaktif digital. Suasana interaktif menandakan semangat belajar siswa yang tetap terjaga meskipun dalam kondisi tidak ideal.
Abdul Mu’ti menyatakan, “Yang penting anak-anak tetap bisa belajar, beraktivitas, dan bertemu teman-temannya. Ini bagian dari proses pemulihan agar mereka tidak stres.” Pernyataan tersebut menunjukkan pentingnya pendidikan sebagai aspek krusial dalam proses pemulihan setelah bencana. Dengan langkah ini, diharapkan siswa dapat terus berkembang meskipun dalam situasi yang menantang.