thefishingblitz.com – Posisi Indonesia dalam lalu lintas pelayaran internasional semakin lemah, terutama pada sektor ekspor-impor yang saat ini dikuasai oleh kapal asing. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Himpunan Ahli Pelabuhan Indonesia (HAPI), Wahyono Bimarso, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (7/1/2025). Ia menekankan ironi kondisi ini mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan yang bergantung pada jalur laut untuk perdagangan, yang merupakan tulang punggung perekonomian nasional.
Wahyono menjelaskan bahwa mayoritas lalu lintas peti kemas ekspor-impor di pelabuhan utama seperti Tanjung Priok, yang mencatatkan volume sekitar 7 juta TEUs per tahun, diangkut oleh kapal berbendera asing. Dari jumlah tersebut, sekitar 6 juta TEUs merupakan volume ekspor-impor. “Kondisi ini menunjukkan betapa parahnya situasi kita dalam penguasaan lalu lintas ini,” ungkapnya.
Dengan dominasi kapal asing, Indonesia hanya berfungsi sebagai pasar dan titik bongkar muat, yang mengakibatkan minimnya manfaat yang seharusnya bisa diperoleh dari sektor pelayaran internasional. Hal ini membawa dampak negatif bagi devisa negara dan penguatan industri maritim nasional, yang dianggap belum optimal.
Dalam konteks yang lebih luas, situasi ini meningkatkan kebutuhan untuk merevitalisasi sektor maritim dan menjadikan Indonesia sebagai pemain yang lebih kuat dalam perdagangan internasional. Pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah strategis untuk memperbaiki posisi Indonesia dalam industri pelayaran. Upaya tersebut diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan ekonomi nasional melalui optimalisasi pemanfaatan sumber daya maritim yang dimiliki.