thefishingblitz.com – Iran telah merilisangka resmi terkait korban jiwa yang jatuh akibat protes massal yang berlangsung berbulan-bulan, mengklaim 3.117 orang tewas. Pengumuman tersebut disampaikan pada Rabu, 21 Januari 2026, oleh Kementerian Dalam Negeri dan Yayasan Urusan Martir dan Veteran. Pihak berwenang mencatat bahwa dari jumlah tersebut, sebanyak 2.427 adalah warga sipil dan anggota pasukan keamanan. Namun, rincian lebih lanjut tentang sisa korban tidak diungkapkan.
Penindakan terhadap demonstrasi yang dimulai pada 28 Desember ini berujung pada kerusuhan signifikan di seluruh negeri, dengan angka yang dirilis pemerintah jauh lebih rendah dibandingkan yang dilaporkan oleh organisasi-organisasi hak asasi manusia. Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA), yang beroperasi dari Amerika Serikat, menyebut jumlah korban tewas telah mencapai setidaknya 4.902, dengan kekhawatiran akan adanya lebih banyak jiwa yang hilang.
Pihak HRANA mendasarkan laporan mereka pada jaringan aktivis yang mengonfirmasi setiap kasus kematian, sehingga dianggap lebih mencerminkan situasi di lapangan. Selain itu, sejumlah organisasi lain juga melaporkan angka korban yang lebih tinggi daripada yang dikemukakan oleh pemerintah Iran.
Perbedaan signifikan antara laporan resmi dan angka dari organisasi hak asasi manusia menunjukkan adanya potensi ketidakakuratan informasi yang mungkin disebarkan oleh pemerintah, memicu keraguan mengenai transparansi dalam menangani situasi ini. Protes yang berkepanjangan ini mencerminkan ketidakpuasan rakyat yang mendalam terhadap kondisi sosial dan politik di Iran, yang terus berlanjut dengan dampak yang semakin besar terhadap masyarakat.