thefishingblitz.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi mengalami penguatan meskipun bursa saham Asia secara umum melemah. IHSG dibuka dengan kenaikan 25,47 poin atau 0,29 persen, mencapai posisi 8.959,08. Selain itu, Indeks LQ45 yang mencerminkan 45 saham unggulan, juga naik 2,34 poin atau 0,27 persen, berada di angka 867,40.
Menurut Tim Riset dari Lotus Andalan Sekuritas, penguatan IHSG didorong oleh optimisme setelah Wall Street menguat, yang diharapkan dapat memberikan sentimen positif. Pasar saham Amerika Serikat baru-baru ini kompak menguat di tengah ketegangan geopolitik akibat serangan AS ke Venezuela. Penguatan ini sebagian besar disebabkan oleh saham-saham di sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI) dengan perusahaan-perusahaan besar seperti Amazon dan Micron Technology mengambil peran utama.
Perkembangan positif ini berlanjut karena keyakinan bahwa AI akan menjadi faktor pengubah permainan dalam perekonomian, didukung oleh proyeksi ekonomi AS yang baik dan pemangkasan suku bunga. Meski terjadi ketegangan, dampak konflik AS-Venezuela terhadap pasar global diperkirakan terbatas karena peran Venezuela yang kecil dalam ekonomi global dan pasar minyak.
Dari konteks domestik, Indonesia dan AS sedang berada di tahap akhir perundingan perjanjian dagang, dengan agenda legal drafting yang direncanakan berlangsung di Washington DC pada 12-19 Januari 2026. Dalam kesepakatan yang diharapkan, tarif impor AS atas barang dari Indonesia akan turun dari 32 persen menjadi 19 persen, serta adanya komitmen untuk meningkatkan kerja sama dalam bidang perdagangan, teknologi, dan investasi.
Sementara itu, bursa saham Eropa juga menunjukkan tren positif, mencatat kenaikan di berbagai indeks utama. Sedangkan bursa saham Asia pagi ini mengalami penurunan pada beberapa indeks utama, seperti Nikkei dan Hang Seng.