thefishingblitz.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penguatan pada Kamis sore, ditutup di posisi 7.952,09 setelah naik 15,91 poin atau 0,20 persen. Penguatan ini terjadi di tengah sikap pelaku pasar yang cenderung menunggu dan melihat menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang dijadwalkan pada hari Jumat, 29 Agustus.
Analis Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, mengungkapkan bahwa IHSG kemungkinan akan melemah menuju level support di 7.900 pada perdagangan hari berikutnya. Pelaku pasar saat ini fokus memantau data inflasi dari AS, khususnya indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) untuk periode Juli 2025, yang diprediksi akan stabil di tingkat 0,3 persen secara bulanan.
Di sisi lain, dari Eropa, pasar juga menantikan rilis data penjualan ritel Jerman untuk bulan Juli 2025, yang diperkirakan mengalami penurunan 0,4 persen jika dibandingkan dengan kenaikan 1 persen pada bulan sebelumnya. Selain itu, inflasi Jerman untuk Agustus 2025 diproyeksikan meningkat menjadi 2,1 persen dari 2 persen pada Juli.
Sementara itu, di Asia, langkah bank sentral Korea Selatan menjadi perhatian, karena mereka memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 2,5 persen untuk kedua kalinya. Pelaku pasar juga mengamati data kepercayaan konsumen Jepang untuk bulan Agustus, yang diperkirakan sedikit menurun menjadi 33,5 dibandingkan dengan 33,7 pada Juli.
Kondisi ini mencerminkan ketidakpastian di pasar global terkait kebijakan ekonomi dan data inflasi yang akan dirilis dalam waktu dekat.