thefishingblitz.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore mengalami penguatan, dengan kenaikan mencapai 28,41 poin atau 0,33 persen, ditutup pada level 8.640,20. Meningkatnya harapan pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat akan memangkas suku bunga acuannya menjadi pendorong utama di balik penguatan ini.
Situs Pelaporan Ekonomi mengungkapkan bahwa bursa regional Asia bergerak variatif, terpengaruh oleh laporan data pekerjaan Amerika yang menunjukkan angka negatif, mengindikasikan adanya potensi bagi The Fed untuk menurunkan suku bunga pada pertemuan mendatang. Data tersebut mencatat penurunan jumlah pekerjaan baru dari 47.000 menjadi minus 32.000, yang memperkuat ekspektasi pasar.
Di sisi lain, pelaku pasar menunggu informasi terkait Konferensi Kerja Ekonomi Pusat dan pertemuan Politbiro China, yang diharapkan dapat memberikan arah mengenai kebijakan dan target pertumbuhan untuk tahun 2026. Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil, diperkirakan tumbuh sebesar 5 persen untuk tahun 2025 dan 2026.
Dalam perdagangan, semua sektor di IHSG menunjukkan tren positif, dengan sektor industri memimpin kenaikan diikuti sektor infrastruktur dan barang konsumen non-primer. Tercatat, sebanyak 358 saham mengalami kenaikan, sementara 302 saham mengalami penurunan.
Frekuensi perdagangan mencapai 2.790.429 transaksi, dengan total nilai perdagangan mencapai Rp21,18 triliun. Bursa saham Asia lainnya juga menunjukkan performa yang beragam, di mana indeks Nikkei dan Shanghai mencatatkan penguatan, sedangkan indeks Straits Times mengalami penurunan. Penutupan perdagangan mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap perekonomian regional dan global.