thefishingblitz.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada Kamis sore, meskipun sebagian besar bursa saham di Asia menunjukkan pelemahan. IHSG mencatatkan penguatan sebesar 42,83 poin atau 0,47 persen menjadi 9.075,41, sedangkan indeks LQ45, yang mencakup 45 saham unggulan, naik 7,34 poin atau 0,83 persen ke level 889,43.
Analisis dari Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia menyebutkan bahwa pergerakan indeks saham di kawasan Asia beragam dengan kecenderungan melemah, dipicu oleh respons pasar global terhadap penurunan harga saham teknologi dan harga minyak. Dalam konteks domestik, Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia per November 2025 mengalami kenaikan sebesar 0,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, meski melambat dari pertumbuhan 0,5 persen pada bulan sebelumnya.
Para pelaku pasar kini menantikan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang dijadwalkan pada 20-21 Januari 2026, di mana BI diperkirakan akan mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen akibat pelemahan nilai tukar Rupiah. Data pertumbuhan kredit untuk periode Desember juga menjadi perhatian, dengan proyeksi melambat menjadi 7,6 persen.
Dari sisi sektor, empat sektor di IHSG mengalami penguatan, dengan sektor barang keuangan mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,20 persen. Sebaliknya, sektor industri mengalami penurunan terbesar, mencapai 2,17 persen. Total frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.373.659 kali, dengan nilai perdagangan mencapai Rp28,25 triliun.
Di bursa Asia, meskipun IHSG menguat, indeks Nikkei dan Hang Seng tercatat melemah masing-masing 0,37 persen dan 0,28 persen. Namun, indeks Strait Times justru mengalami penguatan sebesar 0,47 persen, menunjukkan dinamika berbeda di pasar regional.