thefishingblitz.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore mencatat pelemahan sebesar 35,43 poin atau 0,45 persen, sehingga ditutup di posisi 7.862,95. Keadaan ini terjadi di tengah pelaku pasar yang mengambil sikap menunggu dan melihat terkait hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI).
Pergerakan IHSG mengikuti beberapa indikasi dari dalam dan luar negeri. Tim Riset Phintraco Sekuritas menyebutkan bahwa pasar menunggu keputusan BI, yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di level 5,25 persen. Ini setelah BI sebelumnya mengurangi suku bunga sebesar 25 basis poin pada RDG bulan Juli 2025. Namun, ada harapan bahwa BI masih memiliki kemungkinan menurunkan suku bunga lebih lanjut jika inflasi tetap terkendali dalam kisaran target yang ditetapkan, yaitu 1,5 hingga 3,5 persen. Inflasi sendiri tercatat mengalami peningkatan dua bulan berturut-turut hingga mencapai 2,37 persen year on year pada Juli 2025.
Dari luar negeri, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada keputusan moneter bank sentral China, yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di level 3 persen untuk Loan Prime Rate 1 tahun dan 3,5 persen untuk 5 tahun. Langkah ini dianggap sebagai usaha mendukung pertumbuhan ekonomi China dalam menghadapi tantangan perekonomian global.
Pada hari yang sama, bursa saham regional Asia menunjukkan pergerakan bervariasi. Indeks Nikkei, Shanghai, dan Hang Seng cenderung melemah, sementara indeks Straits Times mengalami penguatan. Frekuensi transaksi di BEI tercatat sebanyak 2.176.070 dengan nilai perdagangan mencapai Rp18,55 triliun.
Dalam aspek sektoral, tujuh sektor menunjukkan penguatan, terutama sektor industri yang naik 1,81 persen. Namun, sektor infrastruktur dan sektor keuangan mengalami penurunan. Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar termasuk BEER, KBLV, dan MAYA, sedangkan yang melemah paling dalam adalah INPP dan AMMS.