thefishingblitz.com – Industri aset kripto Indonesia memasuki fase baru dengan dibukanya International Crypto Exchange (ICEx), bursa kripto kedua yang beroperasi secara resmi di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). ICEx mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Bursa Aset Keuangan Digital, menjadikannya sebagai langkah signifikan untuk memperkuat struktur pasar aset kripto di tanah air.
CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menyatakan bahwa kehadiran bursa baru tersebut akan menciptakan persaingan yang sehat serta mendorong transparansi dan efisiensi. Sebelumnya, pasar kripto nasional hanya didominasi oleh Central Finansial X (CFX). Dengan dukungan dana strategis mencapai Rp1 triliun, ICEx diharapkan mampu bersaing langsung dengan CFX dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap sektor ini.
Meski telah mendapatkan izin, ICEx belum dapat melakukan operasi penuh karena perlu memenuhi persyaratan tambahan, seperti menjalin kerjasama dengan lembaga kliring dan kustodian. Langkah ini dianggap penting untuk memastikan perlindungan konsumen sebelum aktifitas perdagangan dilakukan.
Di tengah pendataan OJK, transaksi aset kripto mengalami perlambatan sepanjang 2025 dengan total nilai mencapai Rp482,23 triliun, lebih rendah dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Namun, minat terhadap aset kripto tetap tinggi, dengan jumlah konsumen mencapai 19,56 juta hingga November 2025, menunjukkan keberlanjutan minat masyarakat meskipun pasar mengalami konsolidasi.
Calvin Kizana optimis bahwa ICEx akan menjadi katalis positif bagi pertumbuhan industri di masa depan. Ia percaya bahwa dengan infrastruktur pasar yang lebih baik, aktivitas transaksi kripto dapat kembali tumbuh dengan sehat dan berkelanjutan.