thefishingblitz.com – Harga saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI mencatatkan peningkatan signifikan, sekitar 48 kali lipat sejak penawaran umum perdana (IPO) pada tahun 2003. Saat IPO pada 10 November 2003, harga saham ditawarkan sebesar Rp875 per lembar. Kini, per tanggal 16 Desember 2025, harga saham BBRI berada di angka Rp3.690, meskipun mengalami penurunan 5,38 persen dalam sebulan terakhir.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyatakan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari strategi bisnis yang konsisten dan inovasi yang berkelanjutan, yang telah memperkuat posisi BRI di industri keuangan Indonesia. BRI juga menjadi perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di tanah air, menunjukkan pertumbuhan pesat yang diawali dengan pencapaian kapitalisasi di atas Rp100 triliun hanya dalam empat tahun setelah IPO.
Sejak itu, nilai pasar BRI terus meningkat, mencapai Rp200 triliun pada 2013 dan Rp300 triliun pada 2015. Untuk mendukung likuiditas dan memperluas investor ritel, BRI melakukan dua kali aksi korporasi berupa stock split, masing-masing pada tahun 2011 dan 2017. Hingga awal 2020-an, kinerja fundamental perusahaan semakin stabil, dan pada tahun 2022, kapitalisasi pasarnya menembus angka Rp700 triliun.
Melihat tren penguatan tersebut, para analis menilai prospek jangka panjang BRI tetap positif, meskipun fluktuasi harga saham terjadi akibat ketidakpastian global dan domestik. Per September 2025, kapitalisasi pasar BBRI tercatat sebesar Rp591,1 triliun, menempatkannya sebagai bank ke-114 terbesar di dunia dan ke-empat di Asia Tenggara.