thefishingblitz.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memulai operasi modifikasi cuaca (OMC) di Jakarta sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi akibat cuaca ekstrem. Operasi ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari ke depan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengungkapkan bahwa OMC dimulai pada hari Selasa (13/1/2026) dan bertujuan untuk mengurangi dampak hujan deras yang sudah melanda beberapa wilayah di Jakarta sejak hari Senin (12/1/2026). Isnawa menambahkan bahwa BNPB akan memimpin pelaksanaan tahap awal, sedangkan BPBD DKI akan melanjutkan kegiatan berdasarkan hasil prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Informasi terbaru menunjukkan bahwa hujan deras telah menyebabkan genangan air yang cukup signifikan di Jakarta. Sampai pukul 08.00 WIB pada Selasa, BPBD DKI mencatat sebanyak 22 RT terdampak genangan dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 35 sentimeter. Kondisi ini berpotensi berlanjut jika hujan tidak kunjung reda dan langkah modifikasi cuaca tidak efektif.
Operasi modifikasi cuaca dilakukan dengan tujuan untuk mengendalikan curah hujan sehingga dapat meminimalkan risiko terjadinya banjir. Dengan adanya langkah ini, diharapkan warga Jakarta dapat terhindar dari dampak serius yang biasanya diakibatkan oleh curah hujan tinggi.
Keberhasilan OMC ini sangat bergantung pada akurasi prediksi dari BMKG dan koordinasi antara BNPB dan BPBD DKI Jakarta. Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan mengikuti informasi terkini terkait kondisi cuaca.